Jurnal Baruna Horizon
https://www.jurnal.stiamak.ac.id/index.php/jbh
<p>Jurnal Baruna Horizon ini terbit atas kerja keras dan kerjasama berbagai pihak yang bertekad kuat dalam menghidupkan keilmuan yang didasari oleh spirit inovasi dalam balutan budaya nasional yang kokoh dan kontributif untuk berkarsa dan berkarya nyata dalam berbasis pengetahuan (<em>knowledge based society</em>) khususnya di bidang kepelabuhan. Jurnal Baruna Horizon ini diharapkan akan menjadi media publikasi ilmiah sehingga sumbangsih tulisan akan terus terbuka bagi para alumni STIAMAK Barunawati Surabaya di segala penjuru Nusantara maupun yang sudah bekerja di luar negeri utamanya yang menekuni bidang kepelabuhan dan logistik, rekan-rekan dosen, praktisi, mahasiswa yang ingin menuangkan ide-ide tulisan, pengalaman, dan karya ilmiah dengan sebaik-baiknya.</p>Sekolah TInggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabayaen-USJurnal Baruna Horizon2621-8399ANALISIS PENERAPAN PELATIHAN KARYAWAN PADA BANK PENGKREDITAN RAKYAT MITRA DHANA CESWARA
https://www.jurnal.stiamak.ac.id/index.php/jbh/article/view/310
<p><strong>Abstrak. </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kegiatan pelatihan karyawan terhadap kinerja karyawan PT Bpr Mitra Dhanaceswara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara tidak terstruktur, karena wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas di mana peneliti tidak menggunakan panduan wawancara yang disusun secara sistematis dan komprehensif untuk pengumpulan data. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kriteria inklusi, yaitu standar atau persyaratan yang digunakan untuk menentukan apakah seorang individu, kelompok, atau data dapat dimasukkan atau berpartisipasi dalam suatu penelitian, dengan contoh sepertiusia tertentu, jenis kelamin, pengalaman, atau karakteristik tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 5 orang sebagai informan, yaitu Kepala Operasional, Kepala Pemasaran, Teller, dan Pelaporan. Tujuannya adalah untuk mengetahui kinerja hasil karyawan sebelum dan sesudah pelatihan dilaksanakan, apakah kegiatan pelatihan tersebut efektif atau tidak dibutuhkan oleh karyawan.</p>Bella Mia RahmadaniRoziana Ainul Hidayati
##submission.copyrightStatement##
2025-12-262025-12-2682758610.52310/jbhorizon.v8i2.310Pengaruh Work freedom, E-Commerce, Risk tolerance, dan Entrepreneurship education terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa FEB Jakarta Barat
https://www.jurnal.stiamak.ac.id/index.php/jbh/article/view/311
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Abstract</em></strong><em>. This study aims to examine the influence of work freedom, e-commerce, risk tolerance, and entrepreneurship education on the entrepreneurial intention of students in the Faculty of Economics and Business at campuses located in West Jakarta. The research method applied is quantitative, using purposive sampling in the sample selection process. Primary data were collected from students of the Faculty of Economics and Business at campuses domiciled in West Jakarta, while secondary data were obtained from books and journals previously studied by other researchers. The findings reveal that the independent variables—work freedom, e-commerce, risk tolerance, and entrepreneurship education—explain or influence the dependent variable, entrepreneurial intention, by 0.945 or 94.5%, while the remaining 5.5% is influenced by other factors outside the study. The results further indicate that work freedom, e-commerce, risk tolerance, and entrepreneurship education have a positive and significant effect on entrepreneurial intention.</em></p>Catherine EvelinRita Amelinda
##submission.copyrightStatement##
2026-01-052026-01-05828710010.52310/jbhorizon.v8i2.311Analisis Manajemen Resiko Menggunakan Metode COSO ERM Dalam Kegiatan Bongkar Muat Barang (Studi Kasus: Kegiatan Bongkar Muat Barang di PT. Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Panjang)
https://www.jurnal.stiamak.ac.id/index.php/jbh/article/view/312
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Abstract</em></strong><em>. This study aims to analyze the implementation of risk management based on the Committee of Sponsoring Organizations Enterprise Risk Management (COSO ERM) in loading and unloading activities at PT. Pelabuhan Tanjung Priok, Panjang Branch. The method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results indicate that the application of COSO ERM assists in the identification and management of operational risks. During cement unloading, risks include accidents and being struck by cement bags. During oil palm kernel meal loading, risks identified include truck overturning due to overloading, damage to hatch ladders, and the potential for workers to be struck by oil palm kernel meal nets. The study's conclusions confirm that COSO ERM can be an effective framework for managing loading and unloading risks, although improvements are needed in supervision, work facilities, and the presentation of safety procedures. </em></p>Slamet PamujiantoFaqih MuzakkiHimawan Aditya PratamaUmar Abdul AzizHandoyo Widiyanto
##submission.copyrightStatement##
2026-01-082026-01-088210111010.52310/jbhorizon.v8i2.312Implementasi Green Supply Chain Melalui Pemilihan Green Supplier Untuk Kemasan Produk Perawatan Kulit Berdasarkan SNI ISO 14001:2015 Pada Industri Kosmetik
https://www.jurnal.stiamak.ac.id/index.php/jbh/article/view/334
<p style="text-align: justify;">Abstrak. Perkembangan industri kosmetik yang semakin pesat menyebabkan meningkatnya potensi timbunan limbah, baik yang berasal dari proses produksi maupun dari penggunaan kemasan produk. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk menyesuaikan operasionalnya dengan regulasi pemerintah terkait penerapan SNI ISO 14001:2015 dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pentingnya penggunaan bahan dan kemasan yang ramah lingkungan. PT. SIP sebagai perusahaan kosmetik masih menetapkan kriteria pemasok berdasarkan harga murah dan pengiriman cepat, sehingga belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip manajemen mutu lingkungan. Untuk menjawab isu tersebut, penelitian ini menerapkan metode <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP) dalam menentukan prioritas pemilihan <em>green supplier</em> bahan kemasan. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi langsung, penyebaran kuesioner, <em>in-depth interview</em> dengan <em>stakeholder </em>perusahaan, serta studi literatur guna memastikan pengukuran yang komprehensif terhadap kriteria lingkungan, kualitas bahan kemasan, dan kesesuaian dengan standar SNI ISO 14001:2015. Tiga alternatif pemasok yang dianalisis yaitu PT. HPI, CV. EP, dan PT. DJP. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT. HPI memiliki nilai prioritas tertinggi sebesar 0,551 (55%), disusul PT. DJP dengan nilai 0,24 (24%), dan CV. EP dengan nilai 0,21 (21%). Temuan ini menunjukkan bahwa PT. HPI merupakan pilihan pemasok paling optimal dalam mendukung implementasi <em>green supply chain</em> di PT. SIP. Secara keseluruhan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan strategis terkait pemilihan pemasok bahan kemasan yang berkelanjutan, serta memperkuat komitmen perusahaan terhadap penerapan standar lingkungan yang berlaku.</p> <p style="text-align: justify;"> </p> <h2 style="text-align: justify;"><em>Abstract. </em><em>The rapid growth of the cosmetics industry has led to an increased potential for waste accumulation, both from the production process and the use of product packaging. This situation urges companies to align their operations with government regulations regarding the implementation of SNI ISO 14001:2015 and to respond to rising consumer awareness of the importance of environmentally friendly materials and packaging. PT. SIP, as a cosmetics company, still selects suppliers primarily based on low price and fast delivery, which is not fully aligned with the principles of environmental quality management. To address this issue, this study applies the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the priority of selecting green suppliers for packaging materials. Research data were collected through direct observation, questionnaires, in-depth interviews with company stakeholders, and literature review to ensure comprehensive measurement of environmental criteria, packaging material quality, and compliance with SNI ISO 14001:2015 standards. Three supplier alternatives were analyzed: PT. HPI, CV. EP, and PT. DJP. The results indicate that PT. HPI has the highest priority score of 0.551 (55%), followed by PT. DJP with 0.24 (24%) and CV. EP with 0.21 (21%). These findings suggest that PT. HPI is the most optimal supplier choice to support the implementation of a green supply chain at PT. SIP. Overall, this study is expected to serve as a reference for strategic decision-making regarding the selection of sustainable packaging suppliers and to strengthen the company’s commitment to implementing applicable environmental standards.</em></h2> <p style="text-align: justify;"><em> </em></p>Adinda Sukma NoveliaDanny Dwi RachmantoRizal ArdiantoSiti FatimahFeni Ira Puspita
##submission.copyrightStatement##
2026-01-232026-01-238211112010.52310/jbhorizon.v8i2.334ANALISIS KEDISIPLINAN KERJA KARYAWAN PADA PT. XYZ GRESIK
https://www.jurnal.stiamak.ac.id/index.php/jbh/article/view/322
<p style="text-align: justify;"><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidakdisiplinan kerja dan upaya yang dilakukan perusahaan dalam meningkatkan kedisiplinan karyawan di PT. XYZ Gresik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara kepada lima narasumber dari berbagai jabatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab ketidakdisiplinan terdiri dari faktor internal, seperti kurangnya manajemen waktu, motivasi pribadi, dan tanggung jawab keluarga, serta faktor eksternal seperti jarak tempat tinggal, kemacetan, dan ketidaktegasan perusahaan dalam penegakan sanksi. Upaya perusahaan dibedakan menjadi upaya formal dan non-formal. Upaya formal mencakup pemberian sanksi bertahap dan penghargaan Best Employee, sedangkan upaya non-formal meliputi pendekatan personal, motivasi, dan komunikasi terbuka. Disimpulkan bahwa kombinasi pendekatan struktural dan humanistik diperlukan untuk membangun budaya disiplin yang efektif.</p> <p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Abstract</em></strong><em>. </em><em>This study aims to analyze the factors causing work indiscipline and the company’s efforts to improve employee discipline at PT. </em><em>XYZ Gresik</em><em>. A qualitative descriptive method was used through interviews with five informants from various positions. The findings reveal that indiscipline arises from internal factors such as poor time management, low personal motivation, and family responsibilities, as well as external factors including long commuting distance, traffic congestion, and the company’s lack of consistency in enforcing sanctions. The company’s efforts are divided into formal and non-formal approaches. Formal efforts include a tiered warning system and annual Best Employee awards, while non-formal efforts involve personal engagement, motivation, and open communication. The study concludes that an integration of structural and humanistic approaches is essential to establish an effective discipline culture.</em></p>Putu Nandari PutriRoziana Ainul Hidayati
##submission.copyrightStatement##
2026-01-142026-01-148212112810.52310/jbhorizon.v8i2.322Sentimen Karyawan terhadap Adopsi Teknologi Kecerdasan Buatan: Sebuah Pendekatan Analisis Sentimen
https://www.jurnal.stiamak.ac.id/index.php/jbh/article/view/335
<p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has generated both opportunities and concerns across various industries, including the port services sector. As AI becomes increasingly capable of replacing human work processes, questions emerge regarding its organizational benefits and associated risks. This study aims to identify employee sentiment toward AI within a state-owned port enterprise in Indonesia. The research population comprises all employees, with a sample of 37 respondents—15 structural and 22 non-structural employees—selected using a probability sampling technique. Data were analyzed using sentiment analysis to examine perceptual tendencies related to AI implementation in the workplace. The findings reveal that structural employees exhibit more diverse sentiment patterns, indicating a higher sensitivity to the strategic implications of AI. Conversely, non-structural employees predominantly express neutral sentiment, reflecting uncertainty or limited understanding of how AI may affect their work.</em></p> <p><strong>Asbtrak. </strong><em>Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah menciptakan peluang sekaligus kekhawatiran di berbagai sektor industri, termasuk jasa kepelabuhanan. Meningkatnya kemampuan AI dalam menggantikan proses kerja manusia memunculkan pertanyaan mengenai manfaat dan risiko teknologi ini dalam konteks organisasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sentimen karyawan terhadap AI pada salah satu BUMN Kepelabuhan di Indonesia. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan, dengan sampel 37 responden yang terdiri dari 15 karyawan struktural dan 22 non-struktural menggunakan teknik probability sampling. Data dianalisis menggunakan sentiment analysis untuk mengetahui kecenderungan persepsi terhadap penggunaan AI di lingkungan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan struktural memiliki sentimen yang lebih beragam, mengindikasikan sensitivitas lebih tinggi terhadap dampak strategis AI. Sementara itu, karyawan non-struktural didominasi oleh sentimen netral, mencerminkan ketidakpastian atau keterbatasan pemahaman mengenai implikasi teknologi tersebut dalam pekerjaan mereka.</em></p>Gugus WijonarkoAudi PermanaIndro KironoAgil Riyandhi
##submission.copyrightStatement##
2026-01-232026-01-238212913510.52310/jbhorizon.v8i2.335